Cara yang Benar untuk Menentukan KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal)

Pada postingan kiat dan cara ini kami akan membahas cara menentukan KKM dengan benar sesuai panduan penilaian dalam pendidikan. Ini ditujukan bagi guru baru yang mungkin ingin memahami lebih dalam tentang pembahasan tersebut. Cara ini berlaku dalam semua jenis kurikulum, termasuk K13 dan KTSP.

Sebelum itu mari kita bahas terlebih dahulu apa yang dimaksud dengan KKM atau Kriteria Ketuntasan Minimal.

KKM merupakan nilai standar yang harus dicapai oleh siswa atau peserta didik dalam mengikuti pembelajaran pada mata pelajaran tertentu. Nilai tersebut ditentukan oleh satuan pendidikan atau sekolah dengan mengacu pada SKL (Standar Kompetensi Lulusan).

Penentuan KKM di suatu sekolah idealnya melibatkan Kepala Sekolah dan Guru. Adapun untuk menentukan KKM, setidaknya ada 3 hal atau aspek yang perlu dipertimbangkan, yaitu intake, kompleksitas materi, dan daya dukung yang mengarah pada pencapaian kompetensi yang ditentukan.

Intake bisa berupa kemampuan awal siswa sebelum mengikuti pembelajaran; Kompleksitas Materi merupakan tingkat kerumitan (kesulitan) atau kedalaman materi yang akan dipelajari siswa; dan Daya Dukung yaitu bisa berupa sarana belajar siswa atau hal lain yang mendukung proses pembelajaran siswa pada materi yang dipelajari.

Mengingat 3 aspek tersebut, sekolah maupun guru tentunya tidak sembarangan dalam menentukan KKM, karena sebelum menentukannya harus melalui pertimbangan pada 3 aspek di atas.

Kami berikan contoh kasus untuk menentukan intake, kompleksitas dan daya dukung, di bawah ini.

1. Aspek Intake;

Jika kita ingin menentukan KKM untuk kelas VII SMP/MTs, maka intake-nya bisa mengacu pada nilai rata-rata raport di SD kelas VI, atau dengan memperhatikan nilai seleksi masuk SMP pada PPDB. Adapun jika ingin menentukan KKM untuk kelas VIII dan IX, maka kita bisa mengacu pada nilai raport pada semester-semester lalu yang sudah dilalui siswa.

2. Aspek Kompleksitas Materi;

Aspek ini bisa ditentukan dengan cara musyawarah antara guru mata pelajaran (MGMP) dengan mempertimbangkan hasil analisis jumlah KD dalam satu tahun dan/atau kedalaman KD secara keseluruhan.

3. Aspek Daya Dukung;

Untuk menentukan aspek ini harus dilakukan oleh masing-masing sekolah karena didasarkan pada kondisi sekolahnya. Kondisi itu mencakup kompetensi guru, jumlah peserta didik dalam suatu kelas, nilai akreditasi sekolah, dan yang paling utama adalah sarana prasarana pembelajaran yang tersedia.

Berdasarkan uraian di atas, maka sekolah dan guru harus mempertimbangkan dan menganalisis ketiga aspek di atas sebelum menentukan KKM.

Kita bisa menganalisis aspek-aspek tersebut dengan menilai bobot pada setiap aspek.

Misalnya:
Jika intake-nya tinggi bisa kita beri nilai 81-100, sedang nilainya 67-80, rendah nilai kurang dari 67.

Selanjutnya...
Jika daya dukung-nya tinggi bisa kita beri nilai 81-100, sedang nilainya 67-80, rendah nilai kurang dari 67.

Selanjutnya...
Jika kompleksitas materi-nya tinggi bisa kita beri nilai kurang dari 67, sedang nilainya 67-80, rendah nilainya 80-100.

Mengapa kompleksitas materi itu semakin tinggi nilainya semakin kecil? Karena semakin sulit materinya, maka siswa lebih mungkin mendapatkan nilai kecil. Sedangkan semakin rendah kompleksitasnya maka kemungkinan besar nilai siswa juga akan besar.

Sekarang, mari kita mencoba merumuskan nilai KKM berdasarkan nilai masing-masing aspek (intake, kompleksitas, dan daya dukung)

Penerapan:
Setelah menganalisis 3 aspek tadi, misalnya kita mendapatkan rata-rata nilai intake = 68, kompleksitas = 67, dan daya dukung = 80, maka tahap selanjutnya adalah menentukan rata-rata dari 3 nilai tersebut, yaitu:

(68 + 67 + 80) : 3 = 71.67 (bisa dibulatkan menjadi 72)
Jadi, KKM yang baik dan benar adalah 72.

Nah, itulah pembahasan mengenai cara yang benar untuk menentukan nilai KKM.

Bagaimana pendapat Bapak/Ibu?
Silakan berkomentar di bawah apabila ada yang ingin didiskusikan.

Belum ada Komentar untuk "Cara yang Benar untuk Menentukan KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal)"

Posting Komentar

Apabila ingin bertanya, berkomentar, dan request file, Bapak/Ibu bisa menyampaikannya melalui kolom komentar di bawah ini.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

loading...